Di era digital sekarang ini sangatlah mudah dalam melakukan apapun, termaksud dalam berpergian ke suatu destinasi pariwisata atau yang lebih kita kenal travelling . Semua kebutuhan saat travelling dapat di akses hanya dengan telephone gengam saja. Kaum milenial sendiri punya cara khusus dalam travelling. Apa saja yang dilakukan/dibutuhkan kaum milenial saat mereka berpergian? berikut rinciannya…
- Tujuan destinasi
Kaum milenial biasanya mencari tujuan destinasi pariwisata yang sangat up to date dan
terjangkau dan tidak merogoh kocek terlalu dalam. Umumnya mereka akan mencari
destinasi melalui mesin pencarian google atau dari berbagai social media seperti
Instagram. Facebook, twitter dan sebagainnya. mereka akan mencari artikel tentang
destinasi pariwisata yang popular di kalangannya seperti beach club, restoran hits, dan
kedai-kedai kopi masa kin
2. Mencari transportasi
Mencari transpotrasi sekarang ini sangatlah mudah, terutama dalam mencari tiket
pesawat, kereta maupun kapal. Di era sekarang kita tidak perlu datang langsung dan
mengantri di loket tiket penjualan. Pembelian tiket sekarang ini dipermudah dengan
adanya aplikasi-aplikasi berbasis internet. Seperti traveloka, tiket.com, misteralladin,
dan lain-lain. Tentu saja kaum milenial akan mencari tiket termurah dari semua aplikasi
ditambah dengan banyakan diskon yang ditawarkan oleh pihak aplikasi tersebut
3. Tempat penginapan.
Dalam hal mencari penginapan biasanya para kaum milenial juga menggunakan aplikasi
berbasis internet seperti hotel.com traveloka dll. Dangan adanya aplikasi aplikasi seperti
ini sangat memudahkan pengguna untuk mendapatkan kamar/villa yang sesuai dengan
kebutuhan para kaum milenial dan biasanya aplikasi aplikasi ini mengadakan promo
promo yang sangat menguntungkan kaum milenial untuk menghemat biaya.
4. Budaya sharing
Pada saat sudah mencapai destinasi pariwisata tersebut biasanya kaum milenial akan
mengunggah video maupun foto foto mereka di akun sosia media masing masing.
Budaya ini memang sangat “harus” dilakukan oleh kaum milenial entah untuk sekedar
berbagi cerita pada saat bepergian atau hanya untuk memamerkanya saja. Terkadang
kaum milenial merasa dengan cara ini derajat sosial mereka akan terangkat.
Siapapun bisa berwisata ke luar daerah dengan dana yang lebih sedikit, fenomena itu kerap disebut “budget travel”.
Budget travel merupakan bentuk wisata dengan biaya murah yang mencakup akomodasi dan transportasi. Istilah tersebut cukup populer di kalangan milenial.
Bagi milenial, pergi wisata ke berbagai tempat dengan spot menarik atau instagenic telah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup. Biasanya, wisatawan milenial menggemari wisata petualangan, eksplorasi, dan perjalanan darat (road trips).
Meskipun kenyataannya generasi milenial belum sepenuhnya mapan secara finansial, tetapi mereka memiliki banyak waktu.
Melalui media sosial, mereka dapat dengan mudah membuat perencanaan perjalanan berbiaya murah.
Untuk penginapan yang “low budget”, biasanya Fame memilih menginap di motel atau homestay. Saat ini, sudah banyak warga di lokasi wisata yang membuka rumah mereka menjadi penginapan bagi wisatawan.
Namun, meskipun memilih penginapan yang murah, ia mengingatkan supaya tidak melupakan faktor kenyamanan dan keamanan dalam menginap.
Di era kemajuan teknologi saat ini, hampir semua aktivitas dilakukan melalui platform digital.
Perencanaan perjalanan wisata low budget semakin mudah dengan kemunculan berbagai perusahaan agen perjalanan berbasis digital.
Dengan berselancar di gawai pintar, milenial dapat membuat rencana perjalanan dengan memesan tiket perjalanan, kamar dan tiket masuk lokasi wisata.